Terasa jarak saat aku bersamanya. Terasa canggung saat kita mulai bercerita. Itu yang ku rasakan saat aku berbincang dengan orangtua ku. Kenapa bisa seperti itu? Sejak kecil aku di asuh kakek nenek. Orang tua ku sudah berpisah sejak aku kecil. Ayah ku lebih memilih tinggal diluar bersama istri barunya. Sedangkan ibu ku dia lebih menyukai bekerja keluar negeri jadi tkw. Sudah bertahun-tahun mereka lebih suka mencari kebahagiaannya masing-masing. Tetapi aku lebih menghargai ibu ku dia tak pernah lepas tanggung jawab. Beliau yang membiayai pendidikan kami. Sedangkan ayah tak pernah sama sekali bertanggung jawab. Tetapi itu sama saja. Aku merasa benci. Sampai sekarang di umurku yang sudah dewasa. Mereka semakin mencari kebahagiaannya masing-masing. Yang bisa ku lakukan ya tersenyum. Semoga beliau selalu bahagia. Tapi aku juga ingin di perhatikan selayaknya.
Minggu, 20 Desember 2015
Senin, 23 November 2015
Perbedaan
Perbedaan itu selalu ada. Perbedaan tak bisa di paksakan untuk di samakan. Tak mudah menjaga perbedaan dalam sebuah hubungan agar tetap sejalan. Semoga masih tetap bisa saling memahami tanpa mengubah perbedaan. Setiap orang berbeda mereka punya identitasnya masing-masing. Mereka punya kebiasaannya masing-masing. Tinggal kita sendiri mau memahami atau enggak. Tinggal kita sendiri mau menerima atau merubah. Jangan samakan kebiasaan ku atau kebiasaan mu. Itu semua tak bisa di paksa.
Sabtu, 24 Oktober 2015
Rasa
Aku mulai goyah. Aku mulai pesimis LDr bagiku begitu berat. jarak bukan alasan yg utama. Tapi sikap n sifat yg mulai brubah. Ya tak ada lagi kata" manis penyemangat. Dia hnya menjalankan tugasnya telf sms. Setelah itu sibuk dgn pekerjaan. Bagi ku bukan masalah kesibukannya karena aku tau memang itu sudah tugasnya. Tp yang membuat ku pesimis tak ada lagi kata" manis penyemangat dari dia. Aku juga ingin tau fotonya tp dia sma sekali gak mau ngasih foto. Emg ada apa? Cuma foto aja aku harus minta" n itu pun gak di kabulin. Kadang kecewa kadang bertanya". Kenapa tidak semanis dulu? Kenapa tidak sebahagia dulu. Apa aku harus bersikap cuek. Ku biarkan apapun yg dia lakukan. Tak ingin tau apa yang dia lakukan. Hingga aku lupa kalau aku punya orang spesial. Apa harus seperti itu??
Rabu, 09 September 2015
Sepenggal lara
Masih belum bisa ku percaya
Kisah ku berakhir seperti ini
Cinta yang ku pegang teguh hingga detik ini
Mimpi yang masih ku perjuangkan hingga saat ini
Tapi hanya ada penolakan
Entahlah...
Ada perempuan lain yg hadir didekatnya
Hingga kini dia mengacuhkan ku
Hingga kini dia menggantungkan hubungan yg pernah terjalin.
Aku tak pernah tau apa yg kamu lakukan dengannya
Meskipun kamu selalu bilang tidak terjadi apa" antara kalian
Tapi aku tau kamu menyimpan banyak kebohongan
Pernahkah kau berfikir
Betapa menyakitkan batinku ini
Kau disana dengannya
Bahagia tertawa bersama
Sedangkan aku disni menangis menantikan mu
Kamu masih saja peduli dgn ku
Tapi aku tak tau apa maksutmu
Apa dengan kamu peduli dengan ku kamu bahagia??
Kamu dengannya
Kamu memberi harapan untuk ku.
Pernahkah kamu tau?
Peduli mu itu benar" menyakitkan ku
Aku ingin lepas
Melepas lara ku yg telah membekukan hati
Bahagialah dengannya
Jangan peduli dgn ku
Aku mencoba mengiklaskan kamu dgn dia.
Aku sadar dia lebih baik dari ku.
Dia lebih cantik dia lebih perhatian dia lebih segalanya.
Sudahi saja
Jangan permainkan aku
Jangan permainkan hatiku.
Kisah ku berakhir seperti ini
Cinta yang ku pegang teguh hingga detik ini
Mimpi yang masih ku perjuangkan hingga saat ini
Tapi hanya ada penolakan
Entahlah...
Ada perempuan lain yg hadir didekatnya
Hingga kini dia mengacuhkan ku
Hingga kini dia menggantungkan hubungan yg pernah terjalin.
Aku tak pernah tau apa yg kamu lakukan dengannya
Meskipun kamu selalu bilang tidak terjadi apa" antara kalian
Tapi aku tau kamu menyimpan banyak kebohongan
Pernahkah kau berfikir
Betapa menyakitkan batinku ini
Kau disana dengannya
Bahagia tertawa bersama
Sedangkan aku disni menangis menantikan mu
Kamu masih saja peduli dgn ku
Tapi aku tak tau apa maksutmu
Apa dengan kamu peduli dengan ku kamu bahagia??
Kamu dengannya
Kamu memberi harapan untuk ku.
Pernahkah kamu tau?
Peduli mu itu benar" menyakitkan ku
Aku ingin lepas
Melepas lara ku yg telah membekukan hati
Bahagialah dengannya
Jangan peduli dgn ku
Aku mencoba mengiklaskan kamu dgn dia.
Aku sadar dia lebih baik dari ku.
Dia lebih cantik dia lebih perhatian dia lebih segalanya.
Sudahi saja
Jangan permainkan aku
Jangan permainkan hatiku.
Sabtu, 29 Agustus 2015
Kamis, 27 Agustus 2015
Putus cinta
Awalnya sih kita kenalan di sosmed. Terus berlanjut dengan komen n tuker pin bb. Saat itu aku lagi jomblo jadi ya its oke lah. Gak lama kita kenal terus dia nembak aku lewat bb tanpa pikir panjang. Alhasil kita jadian. Biasalah awal jadian itu cukup membahagiakan buat ku. Kita jalan, kita makan. Banyak hal yang ku lalui sama dia. Saling memberi dan saling menguatkan. Gak kerasa hubungan ku sama dia udah 1,5 tahun. Masalah pun mulai dateng n itu datengnya dari diriku. Maklum kita pacaran selama 1,5 tahun 8 bulannya kita LDR. Susah juga jalanin LDR. Karena sifat ku yang egois gampang marah jadi berkali-kali aku minta putus. Dan berkali-kali dia menguatkan ku. Ku fikir kisah ku ini begitu sempurna. Ku tumpukan semua harapan ku sama dia. N aku juga terlalu percaya sama semua kata janji yg pernah dia ucap. Hingga akhir cerita pun ada di depan mata. Salah ku juga aku sedikit mengabaikannya, aku tak menjaga perasaannya. Hingga dengan egois ku aku melepaskannya dan menyakitinya. Kita cerita tinggal cerita. Aku masih ingin menggenggamnya tapi dia yang ingin melepaskannya. Mungkin dia lelah dengan diriku. Dia lelah dengan sifatku. N mungkin disana di dekatnya udah ada perempuan yang menemaninya. Ya itu lebih baik dari pada aku harus di khianati atau aku yang mengkhianati. Ya kini janji tinggal janji. Janji yang masih sangat membekas dihatiku. Ini sepenggal kisah penyesalan. Menyesal dengan sifat ku. Menyesal dengan diriku sendiri. Perlahan ku rubah sifatku ya untuk pendampingku kelak.
Kamis, 23 Juli 2015
Edisi Galau
Sifat gue tuh sebenere jelek banget n gue sadar dengan sifat gue. Tapi kenapa ya ketika gue sadar gue susah merubah itu. Malah semakin menjadi. Dan gue ngerasa satu-satunya orang yg bisa ngimbangin gue ya pacar gue yg sekarang. Gimana Yaa. Dia itu orangnya bner" sabar. Dia bisa memahami gue bener" memahami. Gak ecek".
Minggu, 29 Maret 2015
Sabtu, 28 Maret 2015
Jumat, 06 Maret 2015
Ke Kota
Sebenernya aku itu gak terlalu bias nulis cerita, merangkai kata-kata pun aku masih acak-acakan. Tapi aku pengen banget ngeshare pengalaman ku sendiri. Soo jangan di hujat yaa teman-teman.
Ini terjadi pada tahun 2013 tepatnya. Di mulai dengan kisah ku di negeri Jakarta. Negeri orang-orang sibuk dan juga lalu lalang yang tak pernah sepi. Belum sampai aku di wisuda dari tempat ku menempuh gelar ahli madya salah satu kampus terkemuka di kota solo berbasis kesehatan. Suatu sore ketika ada berbagai rekrutmen di beberapa rumah sakit atau pun klinik di Jakarta, aku dan beberapa teman ku mengikuti rekrutmen tersebut di kampus. Aku mengikuti rekrutmen di salah satu klinik anak di Jakarta Barat. Aku mengikuti sebuah tes wawancara yang berlangsung kira-kira satu jam. Saat itu salah satu owner klinik sebut saja dokter R bertanya kenapa kamu ingin bekerja di klinik anak dll? Dan aku pun menjawab bla bla bla. Setelah wawancara mereka(owner klinik) menjabarkan profil tetang klinik mereka. Aku pun sedikit tertarik yaa gak munafik juga gaji lumayan gedhe buat ukuran yg baru lulus kuliah. Setelah mereka menjabarkan profil klinik mereka pun berdiskusi sebentar siapa saja yang di terima di klinik mereka. Mereka memilih 3 kandidat dan salah satunya aku. Singkat cerita aja akhirnya aku tanda tangan kontrak tapi temen ku satunya gak bisa ikut ke sana alhasil aku nyari teman pengganti dan temen deketku mau gantiin. Saat itu aku belum di wisuda dan di haruskan ke Jakarta selama 3 hari untuk observasi. Semua biaya yang nanggung klinik jadi sih aku ngak masalah. Sepulang dari Jakarta aku langsung sibuk nyelesein KTI hehhe temen-temen ku udah pada sidang aku masih sibuk. Maklumlah aku salah satu orang yang males buat konsul jadi yaa sidangku agak mundur. Tapi Alhamdulillah aku lulus sidang dan dapet IP 3,.. itu udah minim banget. Habis sidang aku langsung berangkat lagi ke Jakarta dan biaya juga di tanggung. Hidup di Jakarta itu buat aku sesuatu banyak suka duka di tempat kerja. Aku yg baru kerja 2 minggu di haruskan balik lagi ke solo buat wisuda gak nanggung-nanggung cuma dikasih waktu 3 hari habis itu udah langsung balik lagi. Di klinik tersebut tersebut aku cukup dekat sama temen-temen disana. Di sana aku sering godain adminnya dia cowok dan namanya tuh hampir sama sama aku. kadang sih kita juga sering makan bareng di pinggir jalan gitu. Kemana mana aku selalu bertiga sama temen ku eeh ada satu lagi namanya mr. sinchan. Awalnya sih kita bareng-bareng satu klinik. Cuma karena klinik buka cabang aku harus pisah sama salah satu temen ku sebut saja dia Ndari. Aku sering kasihan sama Ndari soalnya dia sering banget bolak balik klinik ku dan klinik satune. Pernah suatu hari Ndari nyeplos dia udah gak kuat kerja di sana. Wajar sih soalnya di klinik tuntutannya itu banyak. Kalo salah sedikit langsung deh kena semprot. Apalagi Ndari tuh anak kan sering salah mulu jadinya ya sering banget kena semprot sampai-sampai tuh anak bisa gila. Aku sendiri sih juga kaya gtu gak betah. Walaupun gaji gede tapi tuntutan gede belum lagi capek di jalan dan capek pikiran juga. Alhasil hari jumat ya aku inget banget hari jumat kita bertiga mutusin buat keluar bareng-bareng. Kita gak pernah mikirin kompensasi kalo keluar. Yang penting modal nekat broo. Karena kita bertiga gak masuk alias absen selamanya jadi deh korbannya si admin klinik jadi kelimpungan nelponin kita dan cancel semua jadwal. Hehehe sori ya fe dlu gue ngrepotin elo gara-gara kita semua cabut tapi gue seneg kok punya temen kaya elo walaupun sesekali loe tu nyebelin juga. But now I’m happy sekarang udah gak ada beban kaya dlu. Dulu waktu kerja di sna berat ku turun drastis tp sekarang naik lagi jadi se gede gajah. Ahahha.
Senin, 02 Maret 2015
Pantai mempesona
Berawal dari rencana liburan di dari kantor ku. Ini liburan yg ke dua yg di adakan kantor tempat ku kerja. Liburan pertama kami lewati dengan mulus. Liburan pertama kita semua ke Sarangan. Untuk liburan ke dua kami sempat bingung untuk menentukan tujuan. Awalnya tanggal liburan sudah di tentukan pada penghujung akhir tahun. Saat itu aku merasa sangat antusias hehehee paling gak akhir tahun ku gak monoton. Tapi ternyata pas akhir tahun liburan pun di undur jadi akhir januari. Hahaahaa sampe di bulan januari aku masih ngerasain kecewa because di undur lagi deh jadi awal maret. Yap akhirnya tanggal 1 maret 2015 kesampaian juga dan tempat tujuannya adalah.... jeng jeng jeng pantai klayar. Uyeee aku seneng soalny juga aku blm prnh ksana. Kita semua berjumlah 11 org dg supir. Berangkat jm 5 pagi tapi entah jadi gimana kita tersesat. Sebenerny sih kita gak tersesat cuma salah jalur aja. Yang harusny kita lewat jalur arah gua gong tp yg kita lewati malah arah jalan ke pantai srau. Lewat situ ke pantai klayar cukup menegangkan. Hahhaha ya iyalah soalny kita tuh naik mobil elep hahaha klo naik motor sih pasti seru abis. Soalny jalannya tuh jalan makadaman+jalannya tuh lumayan terjal bikin dag dig dug takut butuh perjuangan penuh buat sampe ke sana. Alhamdulillah sampe di pantai klayar smua jeri payah waktu di jalan terbayar sudah.
Minggu, 01 Maret 2015
Harapan
Gue tumbuh dan berkembang dari keluarga yang kurang mampu dan gak sempurna. Gak sempurna dalam arti banyak masalah yg waktu gue umur sekitar 16 tahun baru gue sadari. Gue punya 2 adik dan adik gue smua cowok. gue bahagia punya dua adik n gue syang bgt sm mereka. Pasti smua org gtu syang sm adik" mereka (hahaahaa). Dari dlu gue tinggal sm mbah putri n mbah kakung. Gue selalu berharap n selalu berdoa agar kita entah itu kapan bisa tinggal sama".
Itu adik" gue sm ibu gue. masih ada yang kurang. Seperti yg gue ceritain tadi gue masih brharap kita smua bisa tinggal sama-sama. Yah meskipun orang tua gue udah memilih kebahagian mereka masing" tapi tetep aja gue masih berharap kita smua masih bisa berkumpul. Gak kya skrang ini semua sendiri".
Langganan:
Postingan (Atom)










